AKSI NYATA MODUL 3.3

 

AKSI NYATA MODUL 3.3

PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID MELALUI PEMBUATAN POJOK BACA DAN POJOK KREATIVITAS

Oleh: Ihda Khusnayaini_CGP Angkatan 4_Kab. Sragen

 

Peristiwa (Fact)

Latar Belakang

Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) membuat kondisi kelas terlihat tidak terurus. Hal ini akan berdampak pada proses pembelajaran saat diterapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas. Saat PTM terbatas, kelas yang tak terurus tentu tidak mendukung proses pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan bagi murid.

Untuk mewujudkan suasana kelas yang nyaman, menyenangkan untuk kegiatan pembelajaran, dan berpihak pada murid tentu membutuhkan sentuhan dari penghuni kelas (murid) untuk mengelola lingkungan kelas sebagai aset fisik. Dengan lingkungan kelas yang disesuaikan sesuai dengan keinginan murid tentu akan menjadi pemicu kenyamanan murid selaku penghuninya.

Alasan dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan lingkungan kelas nyaman dan menyenangkan yang mendukung optimalnya proses pembelajaran berpihak pada murid melalui Pojok Baca dan Pojok Kreativitas.

Foto: Sebelum Aksi Nyata (Before)

Foto: Sesudah Aksi Nyata (After)

Foto tersebut menunjukkan perubahan yang terjadi di ruangan kelas 3. Foto before adalah foto sebelum dilakukannya aksi nyata. Sedangkan foto after adalah foto setelah dilakukannya aksi nyata bersama dengan murid kelas 3 SDN Karangmalang 1 Masaran





Ide membuat pojok baca dan pojok kreativitas ini merupakan masukan dari murid. Mulai dari memilih desain, membagi tugas, membersihkan kelas hingga mencat tembok dilakukan oleh murid.

 

Foto: Pojok Kreativitas

Foto: Hasil Karya Menghias Talenan

Foto: Pojok Baca


Perasaan (Feeling)

Saya merasa senang dan bersyukur dapat merencanakan dan melakukan aksi nyata yang dapat berdampak pada murid. Budaya literasi membaca murid menjadi meningkat dengan adanya pojok baca di kelas. Murid pun menjadi lebih bersemangat dalam memberikan hasil karya terbaiknya agar dapat dipajang di pojok kreativitas kelas.

 

Temuan ( Finding )

Dalam aksi nyata kegiatan pembuatan Pojok Baca dan Pojok Kreativitas  ini ,kami menemukan banyak sekali ide, gagasan, dan daya kreatif yang berasal dari murid. Hal inilah keuntungan terbentuknya komunitas sekolah membangun suasana yang menghargai murid, mendengarkan murid, komunikasi dengan murid, dan menempatkan murid dalam kemudi kegiatan sekolah. Murid tergerak merasa memiliki kepedulian menjaga kebersihan kelas.

Sebelum adanya kegiatan ini, murid terlihat kurang peduli dengan kebersihan kelas. Temuan yang lain adalah sekolah memiliki asset yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam segi fungsi. Melalui aset tersebut apabila dimanfaatkan dengan baik, maka dapat meningkatkan minat baca murid dan mengapresiasi dengan baik hasil karya murid.

 

Masa Depan ( Future )

Apabila murid mempunyai gagasan, keinginan, dan semangat melakukan suatu kegiatan, maka akan timbul rasa tanggung jawab dan kecintaan murid terhadap kebersihan lingkungan kelas. Apabila lingkungan kelas sudah bersih dan nyaman, maka budaya literasi membaca pun dapat meningkat.

Dari perubahan yang kecil ini murid akan mempunyai bekal hidup dalam menjaga sesuatu yang telah susah payah dibuat melalui kerjasama. Dalam pelaksanaan kegiatan tidak lepas guru dan Kepala sekolah memonitor kegiatan dan juga melakukan evaluasi, refleksi kegiatan, meminta saran-saran perbaikan dan masukan baik dari murid dan warga sekolah demi kelancaran kegiatan tersebut.

 

Komentar